Developer di balik game mendaki gunung yang sempat viral yaitu Peak meluapkan kemarahan mereka terhadap game tiruan berjudul Cliff di platform Roblox. Studio Aggro Crab Games, sebagai developer Peak secara blak-blakan menyatakan mereka lebih rela gamenya dibajak ketimbang orang-orang memainkan versi tiruan yang dipenuhi mikrotransaksi.

“Lebih baik kamu bajak game kami daripada main salinan busuk di Roblox yang penuh mikrotransaksi ini,” tulis Aggro Crab melalui akun media sosial mereka. Pernyataan tersebut merujuk langsung pada Cliff, game buatan PewStudio yang mengklaim dirinya sebagai “permainan mendaki yang menantang, di mana kesalahan sekecil apapun bisa membuatmu jatuh” , konsep yang sangat mirip dengan Peak.

Gameplay, Visual, hingga Detail Kecil Dijiplak Mentah-Mentah

Gameplay Cliff di Roblox

Kemiripan antara Cliff dan Peak bukan hanya ada pada gameplay-nya. Gambar promosi keduanya menunjukkan kesamaan mencolok, baik dari segi komposisi, warna, hingga gaya visual, yang sama-sama menampilkan pendaki tunggal di pegunungan.

Bahkan beberapa elemen kecil seperti koper di titik awal permainan, batuan berbentuk kotak, hingga transisi dari hub third-person ke gameplay first-person juga ditiru secara terang-terangan. Hal ini memicu kritik keras dari komunitas yang merasa Cliff terlalu meniru tanpa memberikan inovasi berarti.

Game Cliff di Roblox Penuh Mikrotransaksi, PEAK Sekali Bayar

Yang paling membuat tim Peak kecewa adalah monetisasi Cliff. Jika Peak adalah game sekali beli, Cliff justru mengandalkan pembelian dalam game. Pemain bisa membeli item seperti kapak panjat seharga 200 Robux, burung nuri pendamping seharga 49 Robux, hingga apel emas seharga 129 Robux.

Peak sendiri dirilis di PC pada Juni 2024 dan langsung meledak, menembus 2 juta kopi terjual dan konsisten berada di jajaran 15 besar game paling banyak dimainkan di Steam. Sementara itu, Cliff kini memiliki lebih dari 7.000 pemain aktif dan hampir 60.000 favorit di Roblox.

Aggro Crab juga mengungkap sedang menyiapkan versi konsol untuk Peak, yang mungkin menjelaskan kenapa beberapa pemain muda mencoba alternatif di Roblox. Meski begitu, mereka tetap berharap gamer bisa menghargai karya orisinal—dan tahu mana yang pantas didukung.


Ayo bergabung dan diskusikan topik ini langsung di Instagram kami atau kamu bisa membaca berita lainnya disini.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version