Setelah penantian yang cukup lama, sekuel dari game bertema “Soulslike Anime” ini akhirnya mendarat juga. Code Vein 2 mencoba membawa ambisi yang lebih besar dibandingkan pendahulunya, terutama dengan mengikuti tren dunia open world. Tapi, apakah ambisi besar ini berhasil dieksekusi dengan manis, atau justru malah terasa kurang matang? Mari kita bedah satu per satu.
Plot Solid yang Bikin Penasaran
Cerita dimulai beberapa tahun setelah peristiwa di game pertama, di mana segel “Gaol of the Mist” mulai melemah dan ancaman baru muncul dari luar batas dunia yang kita kenal. Kita berperan sebagai seorang Revenant baru yang terbangun di tengah reruntuhan kota yang lebih luas, membawa misteri tentang sumber Blood Beads yang mulai mengering secara global. Perjalanan ini membawa kita bergabung dengan faksi-faksi baru yang saling berebut sumber daya sambil mencari cara untuk menghentikan kepunahan kaum vampir.
Meskipun plotnya terasa cukup general untuk tema post-apocalyptic, penyajiannya dilakukan dengan sangat baik. Kita selalu diberikan rasa penasaran tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Meski tidak memberikan kejutan besar yang bikin kita melongo atau mind-blowing, penyampaian ceritanya tetap berhasil memancing rasa penasaran untuk terus lanjut sampai akhir. Kabar baiknya, game ini masih mempertahankan sistem multiple ending, jadi keputusan dan eksplorasi kamu sepanjang permainan akan sangat menentukan bagaimana nasib dunia di akhir nanti. Secara keseluruhan, ceritanya terasa solid meski tidak terlalu istimewa.
Dunia Luas yang Terinspirasi Elden Ring
Perubahan paling mencolok ada pada gameplay dan desain dunianya yang kini sangat luas, jelas sekali mengambil inspirasi dari Elden Ring. Kamu bakal menemukan banyak dungeon yang tersebar di seluruh peta untuk dijelajahi. Untuk urusan mobilisasi, sudah tersedia titik checkpoint untuk fast travel. Menariknya lagi, sekarang ada sepeda motor yang bisa dikendarai agar perjalanan tidak terasa membosankan.
Sayangnya, fitur motor ini terasa agak kasar. Pengoperasiannya kurang responsif dan medan post-apocalyptic yang penuh tanjakan curam seringkali tidak bersahabat dengan kendaraan ini. Selain itu, ketiadaan mini-map saat menjelajahi open world mungkin bakal bikin sebagian pemain merasa agak tersesat.
Tantangan yang Kurang Seimbang
Salah satu aspek yang paling krusial dalam game soulslike adalah tingkat kesulitan, dan di sini Code Vein 2 terasa agak meleset. Musuh-musuh di game ini tergolong gampang jika dibandingkan dengan standar game sejenis. Tantangan baru terasa berat hanya saat kamu dikeroyok musuh dalam jumlah banyak. Sayangnya lagi, variasi musuhnya sangat minim, banyak desain musuh dan bos yang diulang-ulang (reused boss fights) di sepanjang permainan, yang lama-lama bikin jenuh.
Masalah balancing juga terasa nyata karena tidak adanya pilihan tingkat kesulitan. Saya bahkan sempat mengalahkan bos terakhir hanya dengan senjata lama yang belum di-upgrade maksimal. Meski begitu, sistem kustomisasi build karakter tetap juara. Banyak sekali variasi senjata, skill, dan spell yang bisa dipadukan, memberikan kebebasan penuh buat kamu yang hobi meracik strategi bertarung yang berbeda-beda.
Visual yang Kurang Berwarna
Dari sisi visual, Code Vein 2 terasa kurang dipoles. Dunianya sering terlihat washed out dengan nada warna abu-abu yang homogen. Hal ini diperparah dengan siklus siang-malam yang entah kenapa terasa tidak seimbang, waktu siang terasa sangat sebentar dan sering hujan, sementara waktu malam atau sore yang redup terasa sangat lama. Alhasil, kita jarang sekali melihat pemandangan yang cerah terkena sinar matahari.
Desain karakternya pun mengalami perubahan yang mungkin tidak disukai semua orang. Model 3D-nya terasa kurang detail jika dibandingkan dengan gaya anime yang lebih kental di game pertama. Untungnya, sistem kustomisasi karakter masih sangat luas, jadi kamu tetap bisa mendesain karakter sesuka hati meski model dasarnya terasa kurang maksimal.
Audio dan Performa Teknis
Sektor audio hadir dengan kualitas yang lumayan, meski ada beberapa catatan. Musiknya bagus, tapi penempatannya terkadang kurang pas, seperti musik yang tiba-tiba menggelegar di adegan yang sebenarnya biasa saja. Untuk urusan voice acting, versi Jepang sangat jempolan seperti nonton anime modern, sementara versi Inggrisnya terasa agak hit or miss.
Secara teknis, performanya cukup oke meski masih ditemukan beberapa glitch pada objek atau bos, serta sesekali terjadi penurunan FPS. Efek suara juga sudah bagus, walaupun kadang ada bug suara yang muncul di beberapa momen.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Code Vein 2 adalah game yang punya potensi besar namun terasa kurang matang dalam polesan akhirnya. Keputusan untuk beralih ke open world patut diapresiasi, namun masalah pada variasi musuh yang berulang dan tingkat kesulitan yang tidak seimbang membuatnya kehilangan taji sebagai game soulslike. Visual yang cenderung kusam dan beberapa masalah teknis pada audio serta kendaraan juga sedikit mengurangi kenyamanan bermain. Game ini tetap seru bagi kamu yang senang dengan kustomisasi build dan cerita yang solid, tapi jangan ekspektasikan tantangan selevel game soulslike papan atas lainnya.
Ayo bergabung dan diskusikan topik ini langsung di Instagram kami atau kamu bisa membaca berita lainnya disini.
Code Vein 2
Code Vein II adalah sekuel yang ambisius dengan dunia open world yang luas dan sistem kustomisasi build yang sangat memuaskan. Sayangnya, game ini terasa kurang "matang" karena variasi musuh yang membosankan, tingkat kesulitan yang kurang menantang untuk ukuran soulslike, serta visual yang terasa agak kusam.
Kelebihan
- Dunia open world luas buat dijelajahi.
- Kebebasan bikin build karakter yang sangat beragam.
- Cerita solid dengan multiple ending yang bikin penasaran.
- Voice acting Jepang sekelas anime papan atas.
Kekurangan
- Musuh dan bos banyak yang diulang (reused).
- Terlalu gampang, kurang menantang buat ukuran soulslike.
- Visual agak kusam dan kurang detail dibanding game pertama.
- Masih ada beberapa bug suara dan glitch teknis.
-
Story
-
Gameplay
-
Visual
-
Audio


1 Komentar
Hi, just required you to know I he added your site to my Google bookmarks due to your layout. But seriously, I believe your internet site has 1 in the freshest theme I??ve came across. It extremely helps make reading your blog significantly easier.