
Atari resmi mengumumkan akuisisi hak kekayaan intelektual (IP) dari lima game Ubisoft: Cold Fear, I Am Alive, Child of Eden, Grow Home, serta sekuelnya Grow Up. Pengumuman ini disampaikan lewat rilis pers bersama pada 26 Agustus 2025 (via Business Wire).
Kesepakatan tersebut disebut sebagai komitmen Atari dan Ubisoft untuk menghadirkan kembali game klasik dengan tetap menjaga semangat aslinya. Atari berencana “mereintroduksi” kelima judul tersebut melalui platform baru dan format penerbitan yang lebih modern.
Deborah Papiernik, VP New Business Ubisoft, menegaskan:
“Jutaan pemain telah merasakan dunia-dunia ini selama bertahun-tahun, dan ini akan membuka pintu bagi para pemain lama untuk bernostalgia, sekaligus memperkenalkan game tersebut ke audiens baru.”
Atari Siap Hidupkan Kembali dan Kembangkan Game Lama

Tidak hanya sekadar re-release, Atari menegaskan bahwa game-game tersebut akan hadir dengan konten baru, format yang diperbarui, dan distribusi yang lebih luas.
Wade Rosen, Chairman dan CEO Atari, menekankan pentingnya kolaborasi ini:
“Ubisoft dan Atari sama-sama memiliki warisan dalam menciptakan dunia yang dicintai pemain lintas generasi. Kami bersemangat untuk memperkenalkan kembali judul-judul ini sekaligus mengeksplorasi cara-cara baru untuk memperluas dan mengembangkan franchise-nya.”
Akuisisi ini juga melanjutkan strategi ekspansi Atari yang sebelumnya telah menarik perhatian. Pada bulan lalu, perusahaan ini mengumumkan akuisisi Thunderful Group senilai $5,2 juta, yang kini masih menunggu persetujuan pemegang saham.
Dengan dua langkah besar ini, Atari menegaskan keseriusannya untuk memperluas pengaruh di industri game modern sekaligus menghidupkan kembali karya klasik yang sempat terlupakan.
Apa yang Bisa Diharapkan Gamer dari Reintroduksi Ini?

Dengan katalog judul yang cukup unik, langkah Atari membuka banyak kemungkinan baru. Cold Fear misalnya, bisa menjadi alternatif survival horror klasik yang layak dihidupkan kembali di era pasca-Resident Evil modern. I Am Alive punya potensi besar untuk mendapat versi remaster dengan mekanisme survival yang lebih matang.
Sementara itu, game seperti Child of Eden berpeluang untuk bangkit kembali lewat teknologi VR/AR, mengingat gameplay musik-visualnya yang sangat cocok dengan perangkat imersif. Sedangkan Grow Home dan Grow Up bisa menjangkau audiens baru lewat pasar indie dan platform digital seperti Nintendo Switch atau layanan berlangganan seperti Xbox Game Pass.
Jika benar digarap serius, lima judul ini tidak hanya sekadar nostalgia, tapi juga bisa membuka jalan bagi franchise lama untuk mendapatkan kesempatan kedua di pasar game global.
Ayo bergabung dan diskusikan topik ini langsung di Instagram kami atau kamu bisa membaca berita lainnya disini.