Bagi para pencinta genre soulslike, nama Nioh pasti sudah punya tempat khusus di ingatan kamu soal betapa seringnya kita dibuat frustrasi oleh bos-bosnya.
Setelah sukses dengan dua seri sebelumnya, Team Ninja akhirnya kembali lewat Nioh 3. Kali ini, mereka berani bereksperimen dengan skala yang jauh lebih ambisius.
Sebagai sekuel langsung dari game pertamanya, Team Ninja kali ini tampil jauh lebih berani dengan membawa formula yang lebih luas.
Kalau kamu suka dengan tema perang saudara Jepang, seri ketiga ini bakal terasa sangat seru untuk diikuti. Yuk kita bahas satu per satu!
Bolak-balik Masa Lalu Demi Jadi Shogun

Ceritanya sendiri mengambil latar setelah kematian Tokugawa Ieyasu. Kita berperan sebagai Tokugawa Takechiyo, seorang seniman yang mendadak dipilih jadi Shogun baru.
Plotnya jadi seru ketika saudaranya, Kunimatsu, berkhianat memakai kekuatan Yo-kai sampai-sampai kita terlempar 50 tahun ke masa lalu. Di era Warring States ini, kita bakal berjuang bareng Tokugawa Ieyasu muda buat melawan Takeda Shingen yang terobsesi dengan Amrita.
Jujur saja, saya sangat menikmati elemen time travel-nya karena kita jadi bisa menjelajahi berbagai era Jepang yang berbeda.
Meskipun begitu, gaya penceritaannya masih agak berbelit, pesan yang disampaikan lumayan klise, dan banyak penjelasan yang justru tertumpuk di ensiklopedia daripada disampaikan lewat cutscene.
Kalau kamu malas baca ensiklopedia di dalam game, mungkin bakal sering bingung karena banyaknya perpaduan sejarah nyata dan cerita rakyat. Tapi bagi saya ini masuk akal, karena tidak semua orang mau terjebak dalam dialog sejarah yang panjang lebar.
Overall, atmosfer dan representasi sejarah Jepangnya dapat disampaikan dengan sangat baik.
Gameplay Open World dan Ada 2 Gaya Combat

Beralih ke sektor utama, yaitu gameplay. Nioh 3 sekarang mengusung konsep open world yang cukup padat. Begitu selesai tutorial, kamu langsung dilepas untuk menjelajah, mencari item di mayat, atau menantang Yo-kai besar yang menjaga harta karun.
Dunianya memang tidak sebebas game open world murni karena masih terasa sedikit linear, tapi tata letaknya sangat mendorong kita untuk bereksplorasi.
Aktivitas sampingan seperti mencari Kodama, mengikuti kucing Scampuss, hingga berdoa di patung Jizo memberikan bonus statistik yang sangat terasa dampaknya.
Sistem pertarungannya pun semakin dalam dengan pembagian dua gaya utama yaitu Samurai Style dan Ninja Style.
Samurai Style tetap mempertahankan mekanisme Ki Pulse dan tiga kuda-kuda klasik, tapi sekarang ditambah sistem deflection yang sangat rapi.
Sementara itu, Ninja Style lebih fokus ke mobilitas udara dan serangan cepat. Menariknya, Ninjutsu sekarang bisa terisi perlahan saat kita menyerang musuh, tidak harus selalu ke kuil.
Gabungan kedua gaya ini bikin batas kemampuan pemain jadi jauh lebih tinggi. Sistem Soul Core dan Onmyo Magic juga sekarang lebih sederhana, sehingga pemain baru pun bisa menggunakan sihir dengan efektif tanpa harus pusing memikirkan statistik yang kaku, karena kita bisa meriset poin statistik kapan saja secara gratis.

Variasi musuhnya pun tidak mengecewakan. Walaupun ada beberapa Yo-kai lama yang muncul lagi, Team Ninja memberikan banyak variasi gerakan baru di setiap zona. Bos-bosnya tetap menjadi tembok besar yang sangat menantang, mirip dengan pola Elden Ring di mana dunia luarnya santai tapi bosnya sangat brutal.
Audio Nya Bagus tapi Visual Biasa Aja

Dari sisi audio, suara dentingan saat kita berhasil melakukan deflect benar-benar memuaskan di telinga. Musik klasiknya kembali lagi, didukung oleh pengisi suara Jepang yang sangat berkarakter.
Sayangnya, visual menjadi poin yang agak mengecewakan. Meski secara artistik atmosfernya kuat, kualitas grafisnya terasa ketinggalan zaman, bahkan ada beberapa bagian yang terlihat seperti kualitas PS4.
Untuk bagian kustomisasi karakter juga tidak sekompleks Nioh 2, hal ini sebenarnya cukup wajar karena di game sebelumnya kita pakai karakter tanpa latar belakang.
Performa di PC juga kurang stabil, saya yang menggunakan RTX 4060 masih sering mengalami penurunan FPS hingga crash yang sempat menghilangkan progres permainan.
Konten Endgame Yang Berlimpah
Namun, kalau bicara soal konten, game ini sangat masif. Menamatkan cerita utama hanyalah permulaan karena ada konten endgame yang menanti, mulai dari tingkat kesulitan baru hingga sistem remodeling senjata.
Fitur multiplayer-nya juga tetap solid, baik untuk main bareng teman atau sekadar memanggil bantuan AI lewat Benevolent Grave.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Nioh 3 sukses melampaui Nioh 2 berkat keberanian Team Ninja meracik formula open world yang padat dan eksploratif.
Meskipun masih ada catatan pada performa PC yang kurang stabil dan kualitas visual yang terasa agak tertinggal, semua itu terbayar lunas dengan mekanisme pertarungan Samurai dan Ninja yang sangat fleksibel serta memuaskan.
Eksperimen time traveling jadi sesuatu yang baru bagi seri ini, membuktikan bahwa Team Ninja berhasil membawa warisan Nioh ke level yang lebih luas tanpa kehilangan ciri khasnya.
Ayo bergabung dan diskusikan topik ini langsung di Instagram kami atau kamu bisa membaca berita lainnya disini.
Nioh 3
Nioh 3 ini jauh lebih ambisius dibanding pendahulunya. Eksperimen Team Ninja bikin dunia terbuka ternyata berbuah manis dan bikin seri ini naik kelas.
Kelebihan
- Open World yang padat dan seru buat dijelajahi.
- Sistem Samurai dan Ninja Style bikin gaya main jadi lebih variatif.
- Efek suara tangkisan yang sangat memuaskan di telinga.
- Konten end game yang sangat banyak.
Kekurangan
- Kualitas grafis agak ketinggalan dibanding game modern sekarang.
- Performa versi PC kurang stabil, sering kena drop FPS dan crash.
- Penyampaian cerita terlalu bergantung pada bacaan di ensiklopedia.
- Kustomisasi karakter tidak sedalam Nioh 2.
-
Story
-
Gameplay
-
Visual
-
Audio

